Hari-hari Menjelang SIMAK UI

hari hari yang begitu melelahkan buat diriku..

tak pernah kubayangkan sebelumnya,

Begitu PUSING menyatukan antara

emoticon‘pelajaran IPA(utk UN) dgn IPS(utk SIMAK)’

pengen BGD balik ke kelas XI, gw bisa maen2 n

g ada beban seberat saat ini. .

Fiuhh..

g mgkn bgd itu t’jadi RIGHt now..

hm..

bsk aja gw mesti Les, pdhl Valentine..

bener2 kasian bgd nasib gw!

Udah ditambah gw kekurangan tidur akhir2 ini.

Complicated bgd penyakit gw..

 

emoticon I want to get a freedom…

Posted: February 13, 2009 Comments (0)

Bolang seharian

Hari ini w ke bedah kampus ui.
Wow, w g tau ma sx jln ksana begimana crny.
So, W k sana brg anaq2(ju2,ria,lia,zikra,dmz,frila,dll).
Hm, naek ap?
Kita naek bus, hm, deg2an jg sie, soalny rawan dgn pencopetan..
Lo taw g seh? Ria ud ky mw piknik aj, bwa mknan byk bgd, makmur bgd w duduk dsampingny.

Sesampainy dsana.
Hm, biasa ad seminar2 gt d.
How to challenge your dream.
Seru sie menurut w, cman temen2 yg laen ud pada bt aj.
Ya ud, kita keluar, and membereskn urusan panggln alam n makan siang.
Wkt mw msk k dlm lg, beuh, dgn susah payah n penuh pjuangn boo, ngantriny najubile.

Wkt smpe didalem kita lgsg k stan2ny dh, pastiny w k FE.
Hm, mupeng bgd ngeliat kaka2 yg pd pake almamater kuning, kpn ya w bisa make it..? Mudah2n twujud.!
Akuntansi merupakan slh satu jurusan yg plg diminati di ui..

Truz , sblm kita cao, kita naek bikun(bis kuning), kita muter2 ui, buset gede bgd neh universitas, kl mw ngelilingn it dgn jln kaki, bisa gempor dah..

Cukup sekian kesan2 diriku stlh bkelana menjadi bolang seharian..

Posted: November 16, 2008 Comments (0)

UAS finish!

Akhirnya UAS selesai juga !
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi sejuta umat di etniez, khususny para murid .
Pelajaran t’akhir adalah fisika and PPKN .
Gila, bener-bener penghabisan banget nie otak .
Rasany otak gw uda butek banget selama seminggu ini coz jadwal tidur ga bener, gara-gara materinya banyak bangeett . .
Pusinnggg. . .

Tapi hari ini gw refreshing dengan nonton sekelas!!

Posted: June 18, 2008 Comments (0)

Pusing

Aduhh..
Hari ini gw pusing bgd..
Why? Coz dari ade gw pulang sekolah tadi (Sedang UAN), mama ngomel teruss..
Soalnya besok pelajaran matematika yang diUANkan.
So, my mother sibuk ngajarin ade gw..
Mulai dari perbandingan, sudut, bangun ruang, macem2 deh..
Pusing gw ngedengerinnya.
Gw aja pusing apalagi ade gw??

Yang menjadi bahasan gw saat ini adalah…
‘apakah langkah pemerintah dengan menetapkan kebijakan melaksanakan UAN di tingkat SD sudah tepat’??
Menurut saya penting dilakukan standarisasi nasional namun terlalu dini jika dilakukan pada tingkat SD karena selain mem-push siswa(yang notabene masi terlalu anak-anak) juga dapat membuat para orangtua menjadi stres..
Lain halnya bila pada tingkat SMP, sebagian besar anak sudah mandiri dan tidak merepotkan orang tua lagi..

So, give your comment..
Thx

Posted: May 13, 2008 Comments (0)

Pendidikan Indonesia Alami Proses Involusi

Pendidikan Indonesia tengah mengalami proses involusi dan bergerak tanpa arah yang jelas. Dari hari ke hari manusia yang terlibat dalam pendidikan bukannya tumbuh kian cerdas, tetapi mutunya semakin menurun meski input fasilitas fisiknya terus bertambah. Ketidakjelasan arah pendidikan itu menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak kompetitif lagi dibandingkan dengan pencapaian negara-negara lain, bahkan di wilayah Asia Tenggara sekalipun.

"Kebijakan pendidikan kita tidak pernah jelas. Pendidikan kita hanya melanjutkan pendidikan yang elite eksklusif dengan kurikulum elitis yang hanya bisa ditangkap oleh 30 persen anak didik," kata Dr Mochtar Buchori, mantan Rektor IKIP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (3/9).

Keprihatinan terhadap pendidikan Indonesia yang bergerak tanpa arah yang jelas, kegagalan perguruan tinggi yang diunggulkan di dalam negeri berkompetisi di tingkat global dan regional, bahkan pencapaian kuantitatif pendidikan Indonesia yang mulai dikejar negara-negara kecil, yang selama ini tidak diperhitungkan, muncul pula dalam diskusi panel ahli yang diselenggarakan redaksi Kompas baru-baru ini.

Liputan pendidikan sejumlah wartawan Kompas ke sejumlah negara yang dimuat dalam rubrik Fokus hari ini makin mengukuhkan keprihatinan itu.

Dr Francis Wahono, aktivis organisasi nonpemerintah yang bergerak dalam bidang pendidikan di masyarakat bawah, mengemukakan, apabila proses involusi yang tengah terjadi dalam pendidikan di Indonesia dibiarkan terus berlangsung, dalam kurun waktu tujuh sampai sepuluh tahun mendatang Indonesia akan menjadi bangsa paria di kawasan Asia Tenggara. "Kinerja sektor pendidikan kita sungguh mengenaskan. Indeks pembangunan manusia (HDI), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-111, mencerminkan betapa miskinnya pemikiran dan kacaunya penyelenggaraan pendidikan di Tanah Air," kata Wahono.

Salah kaprah

Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Ace Suryadi mengatakan, investasi pendidikan yang dilakukan sejak pemerintahan Soeharto telah salah kaprah. Perluasan pendidikan tanpa memerhatikan mutu-seperti pada masa Orde Baru-jika dilanjutkan hanya akan menabrak batu. Menurut Ace, sejak reformasi bergulir sampai sekarang belum ada restrukturisasi program pendidikan yang berarti. Penambahan dana pendidikan saja, jika tanpa diikuti restrukturisasi dalam proses pembangunan pendidikan, tak akan banyak memperbaiki situasi pendidikan di Indonesia.

"Dari dulu sampai sekarang, kebijakan pendidikan kita masih terlalu umum. Belum ada kebijakan besar dalam pendidikan, misalnya untuk mengejar keunggulan sampai tahun 2020," kata Ace.

Menurut Buchori, sistem pendidikan yang diberlakukan saat ini merupakan kelanjutan dari sistem yang bersifat elitis eksklusif. Kurikulum hanya bisa diikuti oleh 30 persen dari peserta didik, sedangkan 70 persen lainnya tak bisa mengikuti. Ketika jumlah yang 70 persen itu dipaksakan terus mengikuti, terjadi pengatrolan-pengatrolan dan sebagainya, yang merusak nilai-nilai pendidikan.

Untuk menyelenggarakan pendidikan yang baik dan bersifat massal, lanjut Buchori, sistem itu harus diubah. Pendidikan dibagi menjadi dua jalur: jalur anak-anak berbakat dan jalur untuk mereka yang memiliki kemampuan rata-rata. Untuk menopang kemajuan suatu negara, tambahnya, perlu diciptakan kelompok ilmuwan yang elitis tetapi bersifat inklusif. Suatu kelompok kecil orang-orang yang sangat pintar yang tidak arogan, peduli pada nasib orang lain, dan punya semangat egaliter. Pada lapisan lainnya adalah kelompok profesional yang andal dan masyarakat kebanyakan yang melek huruf dalam arti luas.

"Untuk menciptakan lapisan elite yang unggul memang perlu dibentuk lembaga-lembaga pendidikan yang elitis, tetapi juga memiliki semangat egaliter. Jadi, jangan terlalu berlebihan, sampai menyediakan fasilitas pacuan kuda dan lain- lainnya. Sikap berlebih-lebihan itu yang menimbulkan kesan bahwa pendidikan hanya untuk orang-orang kaya," katanya.

Salah arah

Guru besar bidang linguistik Prof Dr Soenjono Dardjowidjojo mengemukakan, banyak kebijakan pendidikan di Indonesia yang salah arah. Akan tetapi, menurut dia, dalam membangun pendidikan tidak perlu terlalu menyalahkan dan menggantungkan diri pada pemerintah. Di Amerika Serikat pun, kata Soenjono yang pernah memimpin sebuah jurusan di Universitas Hawaii, perguruan tinggi yang unggul justru perguruan tinggi swasta.

"Untuk mengembangkan pendidikan, kita tidak bisa bergantung pada dana pemerintah. Biarkan tumbuh universitas- universitas swasta yang dikelola seperti perusahaan atau industri. Lembaga pendidikan memang harus dikelola seperti badan usaha. Asalkan dijamin bahwa keuntungannya akan dikembalikan untuk peningkatan mutu lembaga pendidikan itu," katanya. (wis)


Sumber: Harian Kompas, 4 September 2004.
Posted: May 9, 2008 Comments (0)
Play/Gita Gutawa feat. Dafi - Dua Hati Menjadi Satu.swf
Flash Music Code Indo provided by musik-live.net
..Please give your comment..